Sistem Power Supply by. Rizqie Rahmatillah
Power Supply adalah bagian pencatu daya bagi rangkaian elektronika. Fungsi utama
rangkaian power supply adalah mengubah tegangan AC jala-jala listrik menjadi
tegangan DC yang dibutuhkan. Saat ini dikenal dua sistem power supply, yaitu:
- Sistem konvensional dengan trafo step down 50Hz dan rangkaian penyearah dioda dan elco.
- Sistem switching yang dikenal dengan SMPS (Switching Mode Power Supply)
Power Supply Konvensional
Pada power supply konvensional, tegangan AC ini lebih dahulu diturunkan
melalui sebuah transformator step down lalu keluaran trafo disearahkan dengan
dioda dan diratakan dengan kapasitor elektrolit (elco).
Sistem penyearahan dioda ada 3 macam, yaitu :
1. Penyearah
setengah gelombang
Penyearah Setengah Gelombang
Sistem penyearah setengah gelombang menggunakan satu buah dioda
untuk menyearahkan sinyal AC. Dalam hal ini dioda hanya melewatkan setengah
dari bentuk gelombang sedangkan setengah gelombang lainnya tidak dipakai. Jadi
sistem penyearah setengah gelombang ini tidak efisien untuk transfer
daya.
2. Penyearah gelombang penuh sistem CT
Penyearah Gelombang Penuh Sistem CT
Sistem penyearah gelombang penuh artinya mengambil semua bagian dari sinyal
AC untuk disearahkan. Pada penyearah gelombang penuh sistem CT maka dibutuhkan
satu buah kumparan kawat lagi yang disusun kebalikan dari kumparan
yang pertama.
Pertemuan antara kumparan pertama dan kumparan kedua disebut dengan CT
(Center Tap). Titik CT inilah kemudian yang akan menjadi titik referensi
tegangan (titik nol).
3. Penyearah gelombang penuh sistem jembatan (bridge)
Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan
Prinsip penyearah gelombang penuh sistem jembatan hampir sama dari sistem
CT yaitu bertujuan melewatkan semua bagian sinyal AC. Namun penyearah sistem
jembatan hanya memerlukan satu kumparan saja. Untuk mengambil fasa
sinyal AC bagian atas dan bawah digunakan empat dioda yang bekerja
bergantian saat sinyal AC berayun pada posisi atas dan bawah.
Power Supply Switching
Salah satu kelemahan dari power supply konvensional adalah efisiensinya
yang rendah karena mengambil tegangan dari hasil penyearahan sinyal sinus.
Untuk meningkatkan efisiensi power supply maka sinyal yang disearahkan harus
berupa sinyal kotak. Dalam hal ini kemudian muncul sebuah power supply
sistem baru dengan metode pensaklaran yang
disebut sistem switching.
disebut sistem switching.
Blok Diagram SMPS
Pada power supply sistem switching, sinyal Ac dari tegangan jala-jala
listrik 220V disearahkan lebih dahulu menjadi tegangan DC melalui sebuah
rangkaian dioda penyearah dan elko. Tegangan DC hasil penyearahan ini kemudian disaklar
on-off secara terus menerus dengan frekuensi tertentu sehingga
memungkinkan nilai induktor dari trafo menjadi kecil. Hal ini khususnya untuk
memperkecil ukuran power supply.




Komentar
Posting Komentar