MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA

RESISTOR
Resistor adalah salah satu komponen elekronika yang berfungsi untuk menahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian/sistim elekronika.
Ada dua karakteristik resistor yang perlu di ketahui yaitu:
1. Nilai Resistansinya
2. rating dayanya (Kemampuan untuk menahan arus yang mengalir pada resistor tersebut)
Resistor mempunyai harga resistansi yang cukup banyak, mulai dari beberapa ohm di belakang koma sampai beberapa mega ohm didepan komaResistor dapat dikelompokan berdasarkan besar toleransinya:
• Pemakaian umum ±5% sampai ±20%
• Presisi menengah ±1% sampai ±5%
• Presisi ±0,2% sampai ±1
• Ulra presisi ±0,002% sampai 1%Sebuah resistor mempunyai tanda 1 KΩ ± 5%. Berapa besarnya resistansi maksimum dan minimum?
Penyelesaian:
5% dari 1KΩ=50 KΩ
Harga resistor ini bernilai dari 950 Ω sampai 1051 Ω
Jadi harga maksimumnya adalah 1050 Ω
Dan harga minimumnya adalh 950 Ω


Hitam - 0 100 - -
Coklat 1 1 101 - 1,0%
Merah 2 2 102 - 0,1%
Orange 3 3 103 - 0,01%
Kuning 4 4 104 - 0,001%
Hijau 5 5 105 - -
Biru 6 6 106 - -
Ungu 7 7 107 - -
Abu-Abu 8 8 108 - -
Putih 9 9 109 - -
Emas - - 10-1 5% -
Perak - - 10-2 10% -
Tanpa warna - - - 20% -Setiap tahanan biasanya sudah tertentu nilai ohmnya, ada yang tertera pada
badan dan adapula dengan kode warna. Misalnya kode warna dengan system gelang, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut. Cara membacanya adalah dari kiri kekanan atau dimulai dari warna gelang yang terdekat dengan ujung badan tahanan itu

1. sebagai pembagi arus;jika sebuah resistor dipasang secara paralel maka akan menjadi pembagi arus listrik

KAPASITOR
yaitu jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar.Kapasitor pada dasarnya adalah 2 buah lempeng logam(dielectric) yang dipisahkan oleh sebuah bahan isulator. Nah,bahan isulator inilah yg menentukan nama kapasitor tersebut.Fungsi kapasitor adalah untuk menyimpan arus/tegangan listrik. Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.Nilai kapasitor dapat kita lihat pada tulisan yang terdapat pada body-nya, misalnya 10 uF/16 V artinya nilai kapasitor itu adalah 10 mikro Farad dan bisa bekerja pada tegangan maximal 16 V,jika melebihi 16 V maka kapasitor ini akan mengalami 'break down' alias ko'it:-).
Farad adalah satuan nilai kapasitas dari kapasitor.
1 uF → 1 mikro Farad = 1 x 10 pangkat (-6) Farad = 0.000001 Farad
1 nF → 1 nano farad = 1 x 10 pangkat (-9) Farad
1 pF → 1 piko Farad = 1 x 10 pangkat (-12) Farad # Kode Angka Pada Kapasitor
Untuk kapasitor yang nilai kapasitasnya di bawah 1 uF biasanya nilai kapasitasnya dituliskan dalam kode angka.
Contoh :
1. 104 → 10 x 10 pangkat 4 (dalam satuan piko Farad) = 100000 pF atau 100 nF atau 0.1 uF
2. 222 → 22 x 10 pangkat 2 (pF) = 2200 pF atau 2.2 nF
* caranya adalah kita tulis ulang 2 angka pertama,kemudian kita kalikan dengan 10 pangkat angka terakhirnya.
3. 4n7 → 4.7 nano Farad
4. 2p5 → 2.5 piko Farad

Kapasitor yang bernilai di bawah 1 uF umumnya adalah jenis non polar,kecuali yang jenis elektrolit.


TRANSISTOR
Transistor adalah sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal, penyambung (switching) dan stabilisasi tegangan.
Prinsip dasar dari kerja transistor adalah tidak akan ada arus antara colektor dan emitor apabila pada basis tidak diberi tegangan muka atau bias. Bias pada basis ini biasanya diikuti dengan sinyal-sinyal atau pulsa listrik yang nantinya hendak dikuatkan, sehingga pada kolektor, sinyal yang di inputkan pada kaki basis telah dikuatkan. Kedua jenis transistor baik NPN ataupun PNP memiliki prinsip kerja yang sama.
Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.
Transistor pertama kali di temukan oleh William Shockley, John Barden, dan W. H Brattain pada tahun 1948. Dan mulai di pakai dalam praktek pada tahun 1958. Ada 2 jenis transistor, yaitu transistor tipe P – N – P dan transistor jenis N – P – N.
Cara kerja transistor pada umumnya hampir sama dengan resistor, yang memiliki tipe-tipe dasar modern. Ada dua tipe dasar modern, yaitu bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.Transistor juga memiliki jenis-jenis yang berbeda-beda. Secara umum transistor dapat dibeda-bedakan berdasarkan banyak kategori, seperti Materi semikonduktor, Kemasan fisik, Tipe, Polaritas, Maximum kapasitas daya, Maximum frekuensi kerja, Aplikasi dan masih banyak jenis lainnya.

Common Base
Penguat Common Base digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor merupakan input dan Collector adalah output sedangkan Basis di-ground-kan/ ditanahkan.
  Sifat-sifat Penguat Common Base:
  • Isolasi input dan output tinggi sehingga Feedback lebih kecil
  • Cocok sebagai Pre-Amp karena mempunyai impedansi input tinggi yang dapat menguatkan sinyal kecil
  • Dapat dipakai sebagai penguat frekuensi tinggi
  • Dapat dipakai sebagai buffer
  Penguat Common Emitor
Penguat Common Emitor digunakan sebagai penguat tegangan. Pada rangkaian ini Emitor di-ground-kan/ ditanahkan, Input adalah Basis, dan output adalah Collector.
  Sifat-sifat Penguat Common Emitor:
  • Signal output berbeda phasa 180 derajat
  • Memungkinkan adanya osilasi akibat feedback, untuk mencegahnya sering dipasang feedback negatif.
  • Sering dipakai sebagai penguat audio (frekuensi rendah)
  • Stabilitas penguatan rendah karena tergantung stabilitas suhu dan bias transistor
  Penguat Common Collector
Penguat Common Collector digunakan sebagai penguat arus. Rangkaian ini hampir sama dengan Common Emitor tetapi outputnya diambil dari Emitor. Input dihubungkan ke Basis dan output dihubungkan ke Emitor. Rangkaian ini disebut juga dengan Emitor Follower (Pengikut Emitor) karena tegangan output hapir sama dengan tegangan input.Sifat-sifat Penguat Common Collector:
  • Signal output dan sigal input satu phasa (tidak terbalik seperti Common Emitor)
  • Penguatan tegangan kurang dari 1 (satu)
  • Penguatan arus tinggi (sama dengan HFE transistor)
  • Impedansi input tinggi dan impedansi output rendah sehingga cocok digunakan sebagai buffer
Apabila rangakaian transistor sebagai saklar menggunakan jenis transistor NPN, maka ketika basis diberi tegangan tertentu, transistor akan berada dalam kondisi ON (Saturasi), besarnya tegangan pada basis tergantung dari spesifikasi transistor itu sendiri (hFE, Vcc, dan IC Max).
Terminal Basis akan mengontrol arus yang mengalir dari Collector ke Emitor. Arus atau tegangan tertentu yang dihubungkan ke input (terminal Basis) akan menyebabkan transitor saturasi seperti halnya saklar tertutup seolah-olah terminal Collector dan Emitor terhubung singkat seperti saklar tertutup, akibatnya arus akan mengarir dari Collector ke Emitor. Pada kondisi ini tegangan Collector-Emitor (VCE) mendekati nol (0 Volt) . Sebaliknya jika tidak terminal Basis tidak diberi arus atau tegangan, maka transistor akan berada dalam kondisi Cut-Off dan terminal Collector-Emitor terputus seolah saklar terbuka, akibatnya arus tidak akan mengalir dari Collector ke Emitor. Dalam kondisi ini tegangan Collector-Emitor akan maksimal (sama dengan VCC).


DIODA
dioda adalah komponen elektro yang memiliki dua saluran aktif, anoda dan katoda, dimana arus listrik dapat mengalir di dalamnya dan biasanya digunakan karena sifatnya yang memungkinkan arus mengalir hanya satu arah. Nah setelah mengetahui pengertian dioda, maka sekarang perlu juga anda ketahui cara kerja dioda.
Diode adalah komponen elektronik yang terbuat dari bahan semikonduktor silikon atau germanium yang berfungsi mengalirkan arus searah (DC) saja. Terdiri dari dua unsur semikonduktor P & N dan dipisahkan oleh depletion layer yang terjadi keseimbangan nilai elektron pada kedua kutub.
Pada pangkal anak panah disebut juga sebagai anoda (kaki positif = P) dan pada ujung anak panah disebut sebagai katoda (kaki negative = N).
Dioda dapat digunakan dalam beberapa alat. Sebagai contoh, sebuah perangkat elektronika yang menggunakan baterai sering menggunakan dioda yang fungsinya untuk melindungi perangkat tersebut jika anda memasukkan baterai di bagian belakang perangkatnya. Dengan begitu dioda dapat memblok arus jika anda salah atau terbalik memasangkan baterai. Disinilah dioda dapat melindungi perangkat elektronik yang sensitif terhadap arus listrik.
Fungsi arus satu arah pada dioda tidak selamanya berfungsi dengan baik. Biasanya untuk dioda silikon, memerlukan tegangan 0.6V atau bahkan lebih besar lagi, jika tidak, dioda tidak akan berfungsi dengan baik. Fungsi ini berguna dalam membentuk sebuah saklar tegangan yang sensitif.
Ketika dioda dihubungkan dengan baterai seperti yang ditunjukkan, lubang di sisi n dipaksa bergerak ke kiri sedangkan elektron di sisi p, dipaksa bergerak ke kanan. Hal ini akan membentuk zona kosong di sekitar persimpangan p dan n, sehingga menjadi bebas dan menciptakan daerah deplesi. Ini daerah penurunan arus hingga menjadi isolator dan mencegah arus listrik mengalir melalui dioda. Cara Kerja seperti ini disebut dioda dengan arus terbalik. seperti terlihat pada gambar dibawah ini.
Diode zener adalah diode semikonduktor dengan tingkat doping atau pengotoran tinggi pada masing-masing sisi sambungan.
Jika sambungan bias balik (reversed bias), maka terjadi dadal pada potensial tertentu, sehingga terjadi penambahan arus yang sangat tajam. Efek ini disebut dengan dadal zener atau zener breakdown. Hal ini terjadi karena electron dieksitasikan langsung dari pita konduksi. Diode zener dapat dipakai sebagai pengatur tegangan.
Pengertian diode zener, diode, fisika, elektronik, potensi, elektron

By:Syahriani,X-TAV b

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remedial MDDTDK