Penguat Daya


PENGUAT DAYA

Ciri khas penguat daya adalah impendansi Outputnya harus kecil/rendah.
Penguat daya ada bermacam-macam, sesuai dgn keperluan.
Macam-macam penguat daya  yang saya ketahui:

1.Penguat daya 1 transistor
2.Penguat daya push pull.
3.Penguat daya jembatan.


1.Penguat daya 1 transistor.
Digunakan pada pesawar yang tidak memerlukan daya tinggi misalnya: Radio saku & Walkman.
Klasifikasinya termasuk dalam kelas A.

Keuntungannya:
a.Catu daya cukup rendah
b.Cacat kecil

Kerugiannya:
a.Efisiensinya ±25%.
b.Daya output rendah.
c.Merupakan pelemahan.



Gambar Rangkaian




2.Penguat Daya Push Pull (Kelas B)
Penguat ini menggunakan 2 transistor maka cara kerjanya berlawanan yaitu T1 hidup, T2 mati atau sebaliknya.

Gambar rangkaian
Gambar: Penguat push pull kelas B dengan transfomator input.

Keuntungan:
1.Sinyal output lebih besar dibanding penguat transistor 1 tingkat.
2.Efesiensi cukup besar.
3.Cacat output dapat ditekan sekecil mungkin.
4.Dalam trafo output bagian sekunder tidak ada arus DC sehingga mengurangi cacat sinyal.

Kerugian:
Selalu menggunakan trafo IT maupun CT


Gambar Rangkaian Penguat push pull kelas B dengan transformator input.

3.Penguat Daya Jembatan
Diagram
Pembalik Fasa -> Amplifier 1 -> Amplifier 2 -> LS

Daya Output ditentukan oleh:
1. Beban LS
2. Catu Daya
·         Apabila LS mempunyai impendansi rendah maka arus yang mengalir pada transistor output penguat daya besar (Diperlukan komponen yang mampu dialiri arus tersebut).


·         Untuk mendapatkan daya yang besar tanpa menurunkan impedansi atau menaikan catu daya dipakai transformator yang berdaya besar.

CATATAN:
Penyearah ada 2
1. ½ Gelombang
            V out = 0,707 x V in
2. Gelombang penuh 2 Diodan dan 4 Dioda (Jembatan)
            V out = 1,41 x V in


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Remedial MDDTDK