Komponen Pasif~
Assalamualaikum wr.wb
Di
dalam kutipan artikel ini saya Sri Mawarni dari kelas X TAV B ingin menuliskan
beberapa hal mata pelajaran elektronika yang cukup saya kuasai yaitu tentang
komponen pasif, tapi disini saya cukup menguasai pelajaran tersebut sehingga
saya ingin membeberkan hasil lembar kerja saya ini dengan cukup banyak ya,
walaupun Cuma komponen pasif saja itupun sudah banyak materinya yang saya
pelajari J
Oke, disini komponen elektronika kan ada terbagi 2 yaitu
komponen aktif dan komponen pasif. Nah yang ingin saya tampilkan hasil tulisan
saya ini yaitu komponen pasif. Oke langsung saja saya ingin menjelaskan
beberapa-beberapa komponen pasif serta penjelasannya
Ø
Resistor
Resistor atau bisa disebut juga tahanan atau hambatan adalah komponen elektronika
yang berfungsi untuk mengatur kuat arus yang mengalir. Lambang untuk Resistor
dengan huruf R, yang nilainya dinyatakan dengan warna-warna gelang dalam OHM (Ω).

1.
Resistor Tetap (Fixed Resistor)
Resistor tetap (fixed resistor) adalah hambatan yang nilai
hambatannya tetap karena ukuran
hambatannya sangat kecil, maka nilai hambatannya untuk yang memiliki daya kecil
tidak ditulis pada badannya melainkan dengan menggunakan kode warna. Resistor
diberi cincin-cincin berwarna yang menyatakan nilai tahanan Resistor
Resistor tetap/Fixed resistor dibuat dari bahan karbon, kode nilai
resistansinya umumnya ada yang memiliki 4 gelang warna dan ada juga yang
memiliki 5 gelang warna.
Berikut table kode warna resistor
|
|
|
Cincin ke-1
|
Cincin ke-2
|
Cincin ke-3
|
Cincin ke-4
|
|
No
|
Warna kode
|
Angka ke-1
|
Angka ke-2
|
Jumlah nol
|
Toleransi
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12
|
Hitam
Coklat
Merah
Orange
Kuning
Hijau
Biru
Ungu
Abu-abu
Putih
Emas
perak
|
-
1
2
3
4
5
6
7
8
9
-
-
|
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
-
-
|
-
0
00
000
0000
00000
000000
0000000
00000000
000000000
0.1
0.01
|
-
1%
-
-
-
-
-
-
-
-
5%
10%
|
2.
Resistor tidak tetap/Variable resistor
a)
Resistor tidak tetap adalah resistor yang
nilainya dapat diubah dengan cara menggeser atau memutar tuas yang terpasang
pada komponen seperti pada gambar dibawah

b)
Trimpot
Nilai hambatan
trimpot dapat diubah-ubah dengan cara memutar. Pada radio dan televisi, trimpot
digunakan untuk mengatur besaran arus pada rangkaian Oscilator atau rangkaian
Driver berbagai jenis sebagai berikut.

c)
Resistor nonlinier
Nilai hambatan nonlinier dipengaruhi oleh factor lingkungan, misalnya
suhu dan cahaya. Contohnya:

d)
Thermistor, nilai hambatannya dipengaruhi oleh
suhu.
1>
PTC Thermistor (Positive Temperatur Coefisien)
Tidak terbuat dari bahan semikonduktor, sehingga makin tinggi suhunya
makin besar nilai hambatannya.

2>
NTC Thermistor (Negative Temperature Coefisien)
Terbuat dari bahan semikonduktor, sehingga makintinggi suhunya makin
kecil nilai hambatannya

3>
LDR (Light Dependen Resistor)
Nilai hambatan LDR tergantung dari intesitas cahaya yang diterimanya.
Makin besar intesitas cahaya yang diterima, nilai hambatan LDR makin kecil
Ø
Kapasitor
Kapasitor/Capasitor adalah komponen pasif, notasinya dilambangkan dengan
huruf C berfungsi untuk menyimpan energy listrik dalam bentuk muatan listrik
per detik dalam satuan Qoulomb (Q). kemampuan Kondensator/Capasitor dalam
menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah farad (F).
1.
Identifikasi nilai nilai kapasitor

2.
Kondensator/Capasitor Non Polar
Kondensator/Capasitor nonpolar adalah
Capasitor yang elektrodanya tanpa memiliki kutub positif (+) maupun kutub
negative (-) artinya jika pemasangannya terbalik maka Capasitor tetap bekerja.
Contoh Kondensator/Capasitor nonpolar yaitu: Kondensator/Capasitor variable
(varco); Kertas, mylar, Polyester, Keramik dsb

3.
Kondensator/Capasitor Polar

Kondensator/Capasitor Polar elektrodanya
mempunyai 2 kutub, yaitu kutub positif (+) dan kutub negative (-). Apabila
Capasitor ini dipasang pada rangkaian elektronika, maka pemasangan nya tidak
boleh terbalik. Salah satu contohnya adalah Capasitor Elektrolit atau elko,
tantalum. Nilai kapasitas maksimum dan kutub-kutubnya sudah tertera pada badan
komponen tersebut.

Ø
Induktor
Fungsi pokok inductor adalah untuk menimbulkan medan magnet. Inductor
berupa kawat yang digulung sehingga menjadi kumparan. Kemampuan inductor untuk
menimbulkan medan magnet disebut konduktansi. Satuan konduktansi adalah henry
(H) atau bias juga milihenry (mH). Inductor yang berinti dari bahan besi
disebut electromagnet
1.
Identifikasi jenis-jenis Induktor

2.
Kegunaan inductor dalam system Elektronik

3.
Sifat inductor terhadap arus AC dan DC

Gambar 30. Rangkaian inductor terhadap AC
Ø
Transformator
Transformator atau trafo adalah komponen pasif yang dibuat dari kumparan-kumparan kawat laminasi, trafo
memiliki kumparan primer dan kumparan sekunder. Prinsip kerja dari trafo
menggunakan induksi resonansi antar kumparan primer dan sekunder. Kumparan primer
di aliri arus AC maka akan timbul medan magnet yang berubah-ubah fluktuansinya,
akibatnya kumparan sekunder yang berada pada daerah medan magnet ia akan
membangkitkan GGL
1.
Identifikasi jenis-jenis Transformator
a.
Transformator inti udara dipakai rangkaian
frekuensi tinggi
b.
Transformator inti ferit dipakai rangkaian
frekuensi menengah
c.
Transformator inti besi dipakai rangkaian
frekuensi rendah
Trafo inti udara banyak dipakai sebagai alat Interface rangkaian matching
Impedansi dalam rangkaian Elektronik Frekuensi tinggi

Berikut
ini hasil lembar kerja saya walaupun belum lengkap betul penjelasan mengenai
komponen pasif tapi sedikit bermanfaat. Kalau pengen cari tentang komponen
aktif maupun pasif nya bisa search saja di google. Karena disana banyak sekali
pelajaran mengenai komponen elektronika. Terima kasih atas pengertiannya.
Wassalamualaikum wr.wb
Komentar
Posting Komentar